Suku Taa adalah penduduk asli Kota Ampana, Sulawesi dan hidup menetap disuatu wilayah yaitu di wilayah Bongka dan Ampana.
Pada awalnya Bahasa yang digunakan oleh Suku Ta'a (Taa) dinamakan Bahasa Bare'e,
Tetapi seiring perkembangan jaman dan dengan dibimbing oleh Pihak Kerajaan Tojo yang menaungi Suku Bare'e yaitu diwilayah To Lalaeo, Lage Marompa, dan To Tora'u, serta wilayah Suku Ta'a di wilayah To Rato Bongka, maka bahasanya Suku Ta'a dinamakan Bahasa Ta'a dan bahasa yang digunakan oleh Suku Bare'e tetap Bahasa Bare'e.
RUMAH ADAT SUKU TA'A = LOBO
PAKAIAN ADAT SUKU TA'A
Pakaian adat Suku Ta'a tidak pernah dibahas sebelumnya di beberapa buku sejarah, tetapi yang pasti Pakaian adat Suku Ta'a tidak sama dengan Pakaian adat Suku Bare'e di Tojo, karena dari jenis pemakaian bahasa taa, bisa diartikan Pakaian adat Suku Ta'a lebih mengikuti Pakaian Adat di Kabupaten Poso.
SEJARAH SUKU TA'A
Nenek moyang Suku Ta'a berasal dari sekitar Teluk Bone. Wana termasuk suku tertua di Sulawesi dan diyakini sebagai salah satu suku pertama yang menghuni pulau itu sejak zaman Mezolithicum, 8.000 tahun lalu.
Hidup dalam kelompok-kelompok yang disebut Lipu yang terdiri dari beberapa keluarga dan rata-rata memiliki hubungan keturunan langsung.
Suku Ta'a pada tahun 1919 pernah mengangkat Tandjumbulu sebagai Kepala Suku Ta'a dan kemudian pada tahun 1926, Tandjumbulu menjadi Raja Tojo menggantikan Muslaini melalui pemilihan Raja, dan orang gorontalo atau juga Suku Taa adalah sudah menjadi ciri khas penduduk yang tinggal di Ampana meskipun suku asli penduduk Ampana adalah Suku Ta'a dan Suku Bare'e.
Suku Ta'a adalah penduduk asli ampana bersama dengan Suku Bare'e dan Gorontalo, atau di Kota Ampana disebut juga dengan singkatan "prokem" yaitu BATAGOR = BARE'E, TA'A, GORONTALO, dan Suku Taa hidup menetap disuatu wilayah yaitu di wilayah Bongka dan Ampana,
Bukti Kerajaan Tojo sampai di Pati-pati adalah seperti halnya Ampana yang menjadi Ibukota Kerajaan Tojo sejak tahun 1929 yaitu banyaknya orang gorontalo dan Suku Taa (Suku Ta'a) yang tinggal dari Nuhon sampai Bualemo (Boalemo).
Daftar Pustaka :
Kaudern, W., 1925. ETHNOGRAPHICAL STUDIES IN CELEBES. Migration of the Toraja in Central Celebes. Results of the Author’s Expedition To Celebes 1917 – 1920. Elander Boktryckeri Aktiebolag, Goterbog.
Kruyt, A.C., 1930. “De To Wana op Oost-Celebes”. Tijdschrift voor Indesche Taal, Land en Volkenkunde.

Komentar
Posting Komentar